“Gubuk
atau Rumah Bambu”
“belum lengkap
rumah surga anda jika tak ada rumah bambu”
Semua kalangan baik anak-anak, remaja,
maupun dewasa.
“Gubug
atau Rumah Bambu” merupakan
suatu desain lama atau dapat dikatakan sebagai rumah orang primitif yang semua
bahannya berasal dari bambu (pring, red) yang dapat dibentuk sesuai
dengan keinginan kita. Cara memperoleh bahannya pun mudah dan tidak perlu
mengeluarkan gocek yang banyak.
I.
PRODUK
Produk kami ini merupakan sebuah
rumah atau gubuk berbahan baku bambu atau pring yang mudah didesain atau
dibentuk sesuai keinginan konsumen. Rumah bambu ini dapat dipakai sesuai
keinginan juga, misalnya dipakai untuk kalangan sendiri, untuk usaha warung
yang bernuansa alami, dan lain-lainnya. Produk kami ini juga dapat bertahan
lama sesuai dengan jenis bambu yang dipilih sebagai bahan baku.
II.
TEMPAT
Produk kami ini akan dipasarkan atau
didistribusikan melalui internet, toko-toko produsen dan cabang-cabang toko kami
yang tersebar di Indonesia.
III.
HARGA
Dengan segala keunggulan dan nilai
bahan baku serta biaya produksi yang kami keluarkan, kami menetapkan harga
sesuai dengan ukuran dan bahan baku. Untuk minimal biayanya untuk bahan baku
dan ukuran kecil sekitar Rp. 500.000,- , untuk ukuran yang lebih, dapat
melebihi harga minimal tersebut.
IV.
PROMOSI
Untuk pasar dewasa, iklan saja
tidaklah cukup. Sebagai usaha kami, kami menarget pada pasar menengah ke bawah.
Sebab, untuk kelas keatas, tingkat pembuktian bahwa produk kami adalah produk
berkualitas tinggi belum teruji, karena produk kami masih dikenal di kalangan
orang-orang menengah kebawah yang ingin hidup atau tinggal sendirian dan untuk
membuat warung bambu yang bernuansa alami. Dengan pemasaran seperti ini, kami
rasa jika hal ini dapat berjalan dengan lancar, maka akan tercipta sebuah
publikasi yang merambat ke kalangan menegah keatas.
V.
ANALISIS SWOT:
1.
FAKTOR
KEKUATAN
a)
Adanya
ide yang muncul dengan inovasi dan kreasi yang baru.
b)
Lokasi
strategis dan mudah dijangkau.
c)
Ketersediaan
tenaga kerja.
d)
Keterampilan
dalam mengolah usaha.
e)
Ketersediaan
alat produksi.
f)
Pelayanan
yang baik terhadap konsumen.
g)
Jalur
distribusi yang sederhana.
h)
Beraneka
ragam desain dapat terbentuk.
2.
FAKTOR
KELEMAHAN
a)
Kurang
menguasai pasar.
b)
Kapasitas
produksi terbatas.
c)
Outlet
penjualan terbatas.
d)
Kurangnya
promosi.
e)
Pemasaran
belum optimal.
f)
Durasi
umurnya kurang lama.
3.
FAKTOR
PELUANG
a)
Meningkatnya
permintaan akan pembuatan rumah bambu.
b)
Pangsa
pasar masih luas.
c)
Hubungan
baik dengan pemasok.
d)
Kemudahan
mendapatkan bahan baku.
e)
Jalur
komunikasi mudah dan murah.
f)
Belum
adanya produk sejenis yang memfokuskan target marketnya untuk para remaja dan
dewasa.
4.
FAKTOR
ANCAMAN
a)
Banyaknya
pesaing jasa pembuat rumah bambu dengan
berbagai variasi bentuk.
b)
Krisis
ekonomi.
c)
Kebiasaan
seseorang ingin serba mewah.
Home