Halaman

Rabu, 04 April 2012

Manusia Antropologi


MANUSIA
A.    KLASIFIKASI HEWAN
Dari sudut biologi, manusia merupakan satu macam dari sekian makhluk diantara sejuta macam makhluk yang pernah hidup maupun yang masih hidup di dunia ini. Para ahli biologi mengemukakan teori evolusi organik menyimpulkan bahwa antara makhluk hidup itu ada hubungan keturunan.
Untuk mengetahui hal itu, para ahli biologi menyusun klasifikasi zoologi dimana manusia masuk didalamnya. Penyusunannya berdasarkan prinsip homologi, yakni prinsip persamaan struktur anatomi, bukan atas prinsip persamaan fungsi organis. Klasifikasi manusia yang dikemukakan oleh ahli taksonomi adalah sebagai berikut:
Dunia                      : hewan
Golongan                : metazoa
Phylum                   : chordata
Subphylum             : vertebrata
Kelas                       : mamalia
Orde                       : primat
Suborde                  : antropoidea
Keluarga                 : homonidae
Genus                     : homo
Species                    : sapiens
Manusia menurut biologi termasuk dalam kelas mamalia. Dia menyusui dan bergerak di tanah. Bagian yang membedakan manusia sebagai anggota mamalia dengan mamalia jenis lainnya (kucing, lembu, kuda, paus dan kelelawar) adalah:
1.      Anak mamalia sejak muali terjadinya, berkembang dalam tubuh induknya dan mendapat makanan melalui plasenta.
2.      Sesudah terlahir, anak tersebut melemas dan butuh asupan dari induknya seperti A.S.I.
3.      Dalam masa asuhan, si anak mendapat pelatihan untuk mempetahankan hidupnya.
4.      Mamalia berdarah panas. Berfungsi untuk mempertahankan ukuran suhu badan dengan temperatur yang diinginkan.
5.      Alat pernafasan mamalia adalah kompleks.
6.      Otak mamalia lebih besar daripada hewan jenis lainnya.
7.      Tengkorak mamalia berbeda dengan binatang lainnya.
8.      Mamalia termasuk hewan yang aktif. Tangan dan kakinya mudah digerak-gerakkan.
Kelas mamalia dibagi dalam tiga kelas, yakni subkelas prototheria, metotheria dan eutheria. Manusia dalam kelas ini termasuk dalam subkelas eutheria. Pada manusia, plasenta berkembang dengan baik dalam prose fertilisasi. Reproduksi menyangkut fertilisasi intern dari telur yang amat kecil dalam kandungan, berkembang menjadi embriountuk waktuyang cukup lama.
Subkelas eutheria ada 9 kelas, adapun manusia masuk dalam subkelas eutheria orde primat. Tanda-tandanya:
1)      Sebagai dari primat hidup dipohon, hanya manusia dan baboon yang selalu hidup diatas tanah.
2)      Anggata badan primat mudah digerakkan.
3)      Jari-jari primat tersusun rapi.
4)      Pancaindra mata primat lebih tajam dari yang lain, tetapi penciumannya kurang tajam.
5)      Beberapa jenis primat mempunyai ekor yang berfungsi untuk keseimbangan.
6)      Primat mempunyai otak yang lebih besar

B.     EVOLUSI ORGANIK
Asal usul manusia sebenarnya belum diketahui secara pasti sampai sekarang, tetapi dalam kajian biologi manusia tibul menurut anaximinder bahwa hewan darat berasal dari laut. Menurut Empidocles bahwa hanya betuk yang baiklah yang dapat bertahan sedang bentuk yang kurang baiklah yang akan hilang.
Menurut Aristoteles bahwa segala yang terdapat di alam ini memiliki tujuan. Dan pada organisme yang hidup, jiwalah yang menjadi pembentuk jasmani, jiwalah yang menjadi motor kekuatan yang menggerakkan ke tujuan. Sehingga karenalah jiwa itulah segala yang hidup, dan merupakan kebenaran yang pertama.

C.    MANUSIA PURBA
Dari beberapa penemuan yang ditemukan oleh para ahli geologi, palaentologi dan arkeologi yang dilakukan beberapa kali penelitian mengenai fosil, dapatlah diklasifikasikan dalam tiga kategori, yakni
1.      Prothoantropik, termasuk pithecantropus (yang ditemukan oleh dubois di daerah bengawan solo, dan juga di mojokerto) dan sinanthropus (berdahi tinggi, tengkoraknya lebih tebal dengan rata-rata 850 cc – 1300 cc).
2.      Palaeonthropik, termasuk Homo Rhodesiesis, Homo Soloensis (nenek moyang manusia modern), Homo Heidelbergensis dan Manusia Palestina.
3.      Neonthropik, termasuk Homo Cromanonsis dan Homo sapiens.

D.    PENGERTIAN TENTANG RAS dan KLASIFIKASI RAS
Konsep ras dalam pengertian ahli antropologi digunakan sebagai satu klasifikasi biologi yang didalamnya diatur kumpulan manusia dan oleh sebab itu mudah untuk mempelajari proses evolusi. Para ahli antropolgi sependapat dengan pembagian kelompok ras yang diringkas dalam tiga jenis ras, yakni ras Caucasoid, Mongoloid dan Negroid.
Adapun tanda-tanda fisik yang menjadi dasar pembagian ras adalah sebagai berikut,
a.       Bentuk Badan
Faktor perbedaan bentuk fisik ini kemungkinan besar ditentukan pada kehidupan sosial-ekonominya, seperti yang terjadi pada tiga generasi bangsa Eropa, Amerika dan Jepang. Mereka terdapat perbedaan pada bentuk bandannya yang rata-rata selisih 5 cm. Ini kemungkinan disebabkan oleh faktor ekonomi mereka yang berbeda.
b.      Bentuk kepala
Untuk mengetahui indeks pembeda bentuk kepala setiap ras dengan cara menghitung lebar kepala kemudian dibagi panjang kepala dan akhirnya dikalikan 100.
c.       Bentuk air muka dan tulang rahang bawah
Cara mengetahuinya sebagai berikut:
a)      Panjang muka (jarak maksimum antara batas tulang dahi dan tulang  dengan bagian terbawah di tengah-tengah dari tulang rahang atas) dibagi Lebar muka (jarak maksimum antara kedua pipi) kemudian dikalikan 100.
b)      Bentuk tulsng pipi ada yang tampak menonjol ke luar.
c)      Prognatisme, ialah derajat proyeksi ke muka dari air muka.
d)     Perkembangan tulang dagu, yang dulunya itu manusia purba belum mempunyai dagu dan akhirnya manusia modern mempunyai dagu, yang menjadi salah satu tanda yang esensial.
e)      Gigi.
d.      Bentuk hidung
Untuk mengetahui perbedaannya bentuk hidung, caranya adalah dengan membagi panjang hidung dengan lebarnya dan dikalikan 100.
e.       Warna kulit, rambut dan mata
Manusia di alam ini pazti berbeda-berbeda, perbedaan yang paling terlihat adalah terdapa pada perbedaan warna kulit, yang sekarang sudah kita kenal yakni warna putih pada ras nordic, kuning pada tionghoa, sawo matang pada orang dravida, kuning coklat pada polynesia dan coklat hitam pada orang negro. Semua berbeda disibabkan pigmentasi. Pengaruh luar yang dominan adalah dikarenakan sengatan sinar matahari, akan tetapi sifatnya sementara tidak bisa menurun. Dalam segi warna rambut, seperti warna yang bercorak hitam, coklat, pirang, putih dan kekuning-kuningan. Dalam segi warna mata, seperti berwarna hitam, coklat, hijau, biru, dan abu-abu. Antara warna rambut dan mata, sepanjang pengetahuan itu berubah tidak karena lingkungan.
f.       Bentuk rambut
Ada 5 jenis rambut, yakni berambut lurus (ras mongoloid dan caucasoid), bergelombang, keriting, kroes dan seperti wol (yang tumbuh pendek).

Adapun pembagian kelompok ras sebagai berikut:
Dari C. Linneus (1725), membagi manusia dalam 4 golongan, yaitu : Europeus albus, Asiaticus Luridis, Americanus Rufus dan Afer Niger.Klasifikasi Blumenbach (1755), yang membagi manusia dalam 5 ras, yaitu : Ras caucasia, ethiopia, mongolia, america dan ras malaya.Kemudian Ralph Linton membagi lagi menjadi 3 stock, yaitu :
1.      Stock Caucasoid
Berciri hidungnya tinggi dan tipis, bibir medium, mata lurus, rambut berombak sampai keriting, banyak rambut pada badan. Stock Caucasoid terpecah menjadi :
a.       Ras Nordic, terdapat di Eropa Utara, berkepala panjang dan pigmentasinya putih.
b.      Ras Alpine, terdapat di Eropa Tengah, berkepala bulat, warna mata dan rambut coklat.
c.       Ras Mediterranean, terdapat di Eropa Selatan, berkepala panjang, tubuh medium sampai pendek, pigmentasi, mata dan rambut berwarna hitam.
d.      Ras Aamenoid, terdapat di Eropa Tenggara dan Timur, kepala bulat, pigmentasi hitam dan berhidung besar.
e.       Ras Hindi, terdapat di Hindia, sama seperti subras Mediterranean.
2.      Stock Mongoloid
Cirinya warna kulitnya hitam sampai kekuning-kuningan dan berambut lurus. Macamnya adalah :
a.       Old World Mongoloid, ada ras Tionghoa dan Malaya.
b.      New World Mongoloid, ada orang Indian yang mendiami Benua Amerika.
3.      Stock Negroid
Macamnya ada Negro nelotic, hutan, pigmies, negrito, oceanic dan bushman hottentot.

E.     MASALAH RAS
Dalam kajian ini, ras yang dimaksud adalah ras yang bersifat menurun, dalam artian bahwa ras timbul dari adanya pertentangan kepentingan dasar, terutama pertentangan kepentingan sosial ekonomi dan politik yang bersifat etnosentris. Etnosentris merupakan suatu sifat manusia sebagai hasil dari kebudayaan yang menganggap bahwa cara hidup golongannya itu adalah cara hidup yang baik, sedang yang lain tidak. Para ahli mengemukakan bahwa ras tak dapat menentukan bahasa, adat-istiadat ataupun agama.

Tidak ada komentar: