MANUSIA
A. KLASIFIKASI
HEWAN
Dari sudut biologi, manusia merupakan satu
macam dari sekian makhluk diantara sejuta macam makhluk yang pernah hidup
maupun yang masih hidup di dunia ini. Para ahli biologi mengemukakan teori
evolusi organik menyimpulkan bahwa antara makhluk hidup itu ada hubungan
keturunan.
Untuk mengetahui hal itu, para ahli biologi
menyusun klasifikasi zoologi dimana manusia masuk didalamnya. Penyusunannya
berdasarkan prinsip homologi, yakni prinsip persamaan struktur anatomi, bukan
atas prinsip persamaan fungsi organis. Klasifikasi manusia yang dikemukakan
oleh ahli taksonomi adalah sebagai berikut:
Dunia :
hewan
Golongan : metazoa
Phylum : chordata
Subphylum : vertebrata
Kelas :
mamalia
Orde :
primat
Suborde : antropoidea
Keluarga : homonidae
Genus :
homo
Species : sapiens
Manusia menurut biologi termasuk dalam kelas
mamalia. Dia menyusui dan bergerak di tanah. Bagian yang membedakan manusia
sebagai anggota mamalia dengan mamalia jenis lainnya (kucing, lembu, kuda, paus
dan kelelawar) adalah:
1. Anak
mamalia sejak muali terjadinya, berkembang dalam tubuh induknya dan mendapat
makanan melalui plasenta.
2. Sesudah
terlahir, anak tersebut melemas dan butuh asupan dari induknya seperti A.S.I.
3. Dalam
masa asuhan, si anak mendapat pelatihan untuk mempetahankan hidupnya.
4. Mamalia
berdarah panas. Berfungsi untuk mempertahankan ukuran suhu badan dengan
temperatur yang diinginkan.
5. Alat
pernafasan mamalia adalah kompleks.
6. Otak
mamalia lebih besar daripada hewan jenis lainnya.
7. Tengkorak
mamalia berbeda dengan binatang lainnya.
8. Mamalia
termasuk hewan yang aktif. Tangan dan kakinya mudah digerak-gerakkan.
Kelas mamalia dibagi dalam tiga kelas, yakni
subkelas prototheria, metotheria dan eutheria. Manusia dalam kelas ini termasuk
dalam subkelas eutheria. Pada manusia, plasenta berkembang dengan baik dalam
prose fertilisasi. Reproduksi menyangkut fertilisasi intern dari telur yang
amat kecil dalam kandungan, berkembang menjadi embriountuk waktuyang cukup
lama.
Subkelas eutheria ada 9 kelas, adapun manusia
masuk dalam subkelas eutheria orde primat. Tanda-tandanya:
1) Sebagai
dari primat hidup dipohon, hanya manusia dan baboon yang selalu hidup diatas
tanah.
2) Anggata
badan primat mudah digerakkan.
3) Jari-jari
primat tersusun rapi.
4) Pancaindra
mata primat lebih tajam dari yang lain, tetapi penciumannya kurang tajam.
6) Primat
mempunyai otak yang lebih besar
B. EVOLUSI
ORGANIK
Asal usul manusia sebenarnya belum diketahui
secara pasti sampai sekarang, tetapi dalam kajian biologi manusia tibul menurut
anaximinder bahwa hewan darat berasal dari laut. Menurut Empidocles bahwa hanya
betuk yang baiklah yang dapat bertahan sedang bentuk yang kurang baiklah yang
akan hilang.
Menurut Aristoteles bahwa segala yang terdapat
di alam ini memiliki tujuan. Dan pada organisme yang hidup, jiwalah yang
menjadi pembentuk jasmani, jiwalah yang menjadi motor kekuatan yang
menggerakkan ke tujuan. Sehingga karenalah jiwa itulah segala yang hidup, dan
merupakan kebenaran yang pertama.
C. MANUSIA
PURBA
Dari beberapa penemuan yang ditemukan oleh para
ahli geologi, palaentologi dan arkeologi yang dilakukan beberapa kali
penelitian mengenai fosil, dapatlah diklasifikasikan dalam tiga kategori, yakni
1. Prothoantropik,
termasuk pithecantropus (yang ditemukan oleh dubois di daerah bengawan solo,
dan juga di mojokerto) dan sinanthropus (berdahi tinggi, tengkoraknya lebih
tebal dengan rata-rata 850 cc – 1300 cc).
2. Palaeonthropik,
termasuk Homo Rhodesiesis, Homo Soloensis (nenek moyang manusia modern), Homo
Heidelbergensis dan Manusia Palestina.
3. Neonthropik,
termasuk Homo Cromanonsis dan Homo sapiens.
D. PENGERTIAN
TENTANG RAS dan KLASIFIKASI RAS
Konsep ras dalam pengertian ahli antropologi
digunakan sebagai satu klasifikasi biologi yang didalamnya diatur kumpulan
manusia dan oleh sebab itu mudah untuk mempelajari proses evolusi. Para ahli
antropolgi sependapat dengan pembagian kelompok ras yang diringkas dalam tiga
jenis ras, yakni ras Caucasoid, Mongoloid dan Negroid.
Adapun tanda-tanda fisik yang menjadi dasar
pembagian ras adalah sebagai berikut,
a. Bentuk
Badan
Faktor perbedaan bentuk fisik ini kemungkinan
besar ditentukan pada kehidupan sosial-ekonominya, seperti yang terjadi pada
tiga generasi bangsa Eropa, Amerika dan Jepang. Mereka terdapat perbedaan pada
bentuk bandannya yang rata-rata selisih 5 cm. Ini kemungkinan disebabkan oleh
faktor ekonomi mereka yang berbeda.
b. Bentuk
kepala
Untuk mengetahui indeks pembeda bentuk kepala
setiap ras dengan cara menghitung lebar kepala kemudian dibagi panjang kepala
dan akhirnya dikalikan 100.
c. Bentuk
air muka dan tulang rahang bawah
Cara mengetahuinya sebagai berikut:
a) Panjang
muka (jarak maksimum antara batas tulang dahi dan tulang dengan bagian terbawah di tengah-tengah dari
tulang rahang atas) dibagi Lebar muka (jarak maksimum antara kedua pipi)
kemudian dikalikan 100.
b) Bentuk
tulsng pipi ada yang tampak menonjol ke luar.
c) Prognatisme,
ialah derajat proyeksi ke muka dari air muka.
d) Perkembangan
tulang dagu, yang dulunya itu manusia purba belum mempunyai dagu dan akhirnya
manusia modern mempunyai dagu, yang menjadi salah satu tanda yang esensial.
e) Gigi.
d. Bentuk
hidung
Untuk mengetahui perbedaannya bentuk hidung,
caranya adalah dengan membagi panjang hidung dengan lebarnya dan dikalikan 100.
e. Warna
kulit, rambut dan mata
Manusia di alam ini pazti berbeda-berbeda,
perbedaan yang paling terlihat adalah terdapa pada perbedaan warna kulit, yang
sekarang sudah kita kenal yakni warna putih pada ras nordic, kuning pada
tionghoa, sawo matang pada orang dravida, kuning coklat pada polynesia dan
coklat hitam pada orang negro. Semua berbeda disibabkan pigmentasi. Pengaruh
luar yang dominan adalah dikarenakan sengatan sinar matahari, akan tetapi
sifatnya sementara tidak bisa menurun. Dalam segi warna rambut, seperti warna
yang bercorak hitam, coklat, pirang, putih dan kekuning-kuningan. Dalam segi
warna mata, seperti berwarna hitam, coklat, hijau, biru, dan abu-abu. Antara
warna rambut dan mata, sepanjang pengetahuan itu berubah tidak karena
lingkungan.
f. Bentuk
rambut
Ada 5 jenis rambut, yakni berambut lurus (ras
mongoloid dan caucasoid), bergelombang, keriting, kroes dan seperti wol (yang
tumbuh pendek).
Adapun pembagian kelompok ras sebagai berikut:
Dari C. Linneus (1725), membagi manusia dalam 4
golongan, yaitu : Europeus albus, Asiaticus Luridis, Americanus Rufus dan Afer
Niger.Klasifikasi Blumenbach (1755), yang membagi manusia dalam 5 ras, yaitu :
Ras caucasia, ethiopia, mongolia, america dan ras malaya.Kemudian Ralph Linton
membagi lagi menjadi 3 stock, yaitu :
1. Stock
Caucasoid
Berciri hidungnya tinggi dan tipis, bibir
medium, mata lurus, rambut berombak sampai keriting, banyak rambut pada badan.
Stock Caucasoid terpecah menjadi :
a. Ras
Nordic, terdapat di Eropa Utara, berkepala panjang dan pigmentasinya putih.
b. Ras
Alpine, terdapat di Eropa Tengah, berkepala bulat, warna mata dan rambut
coklat.
c. Ras Mediterranean,
terdapat di Eropa Selatan, berkepala panjang, tubuh medium sampai pendek,
pigmentasi, mata dan rambut berwarna hitam.
d. Ras
Aamenoid, terdapat di Eropa Tenggara dan Timur, kepala bulat, pigmentasi hitam
dan berhidung besar.
e. Ras
Hindi, terdapat di Hindia, sama seperti subras Mediterranean.
2. Stock
Mongoloid
Cirinya warna kulitnya hitam sampai
kekuning-kuningan dan berambut lurus. Macamnya adalah :
a. Old
World Mongoloid, ada ras Tionghoa dan Malaya.
b. New
World Mongoloid, ada orang Indian yang mendiami Benua Amerika.
3. Stock
Negroid
Macamnya ada Negro nelotic, hutan, pigmies,
negrito, oceanic dan bushman hottentot.
E. MASALAH
RAS
Dalam kajian ini, ras yang dimaksud adalah ras
yang bersifat menurun, dalam artian bahwa ras timbul dari adanya pertentangan
kepentingan dasar, terutama pertentangan kepentingan sosial ekonomi dan politik
yang bersifat etnosentris. Etnosentris merupakan suatu sifat manusia sebagai
hasil dari kebudayaan yang menganggap bahwa cara hidup golongannya itu adalah
cara hidup yang baik, sedang yang lain tidak. Para ahli mengemukakan bahwa ras
tak dapat menentukan bahasa, adat-istiadat ataupun agama.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar